Teori Planetesimal dalam Proses Pembentukan Planet

Posted on

Teori Planetesimal – Bumi dan seisinya merupakan sebuah objek yang selalu menarik untuk dipelajari, termasuk juga bagaimana terbentuknya bumi tersebut. Sebagai makhluk penghuni bumi, Anda pasti merasa takjub dan juga penasaran dengan bumi dan isinya ini. Takjub karena berbagai keajaiban dan keindahan yang bisa ditemukan di bumi serta heran dengan bagaimana semua keajaiban dan keindahan itu bisa tercipta. Semua itu bisa Anda ketahui dengan mempelajari berbagai teori yang mempelajari asal usul terbentuknya matahari, termasuk salah satunya Teori Planetesimal.

Teori Planetesimal sendiri pertama kali dikenalkan oleh dua orang ilmuwan berbeda cabang pengetahuan. Ilmuwan pertama yang mencetuskan konsep dan teori ini adalah seorang astronom asal Amerika Serikat bernama Forest Ray Multon. Sedangkan ilmuwan kedua yang juga memberikan kontribusi besar dalam terciptanya teori Planetesimal ini adalah seorang Geolog yang juga berkebangsaan Amerika Serikat bernama Thomas C. Chamberlin. Keduanya adalah dua orang ilmuwan yang memberikan kontribusi pemikiran yang besar dalam terciptanya teori ini.

Baca juga: Proses Pembentukan Minyak Bumi

Konsep Teori Planetesimal
Teori Planetisimal adalah salah satu dari 6 teori yang sering digunakan untuk menjelaskan tentang terbentuknya bumi. 6 teori itu antara lain teori Proto Planet (awan debu), teori Pasang surut, Teori Nebula, teori bintang kembar, teori big bang (ledakan dahsyat) dan terakhir teori Planetesimal. Nah, dibawah ini akan menjelaskan tentang asal-usul terbentuknya bumi dengan menggunakan teori yang terakhir. Pada teori ini ada dua pendapat yang dikemukakan mengenai terbentuknya matahari. Dua konsep berbeda itu bisa dijelaskan sebagai berikut.

a. Konsep matahari sebagai salah satu bintang dalam tata surya
Konsep dari teori planetesimal pertama mengatakan bahwa matahari merupakan salah satu bintang-bintang yang sudah ada sejak miliaran tahun lalu. Hingga suatu ketika matahari berpapasan dengan bintang lain pada jarak yang sangat dekat. Karena jarak inilah yang akhirnya membuat terjadinya tarikan atau gravitasi antar bintang. Tarikan itu kemudian membuat sebagian matahari ikut tertarik ke dalam bintang. Sedangkan sebagian bintang lain terlepas hingga akhirnya membeku dan membentuk planetesimal yang disebut-sebut sebagai planet-planet yang ada di sekeliling matahari. Inilah yang kemudian mendasari terbentuknya teori Plaenetesimal.

b. Konsep Bumi terbentuk dari gumpalan kabut berbentuk spiral
Berbeda dengan konsep pertama dalam teori Planetesimal, konsep kedua ini menyebutkan jika planetesimal berasal berasal dari butiran-butiran berbentuk padat yang membentuk kabut spiral. Butiran-butiran material padat yang membentuk kabut pilin itu juga memiliki orbit yang bebas sehingga bisa saling bertubrukan. Tubrukan antar planetesimal ini kemudian membentuk sebuah gumpalan besar. Gumpalan paling besar dan terletak di pusat yang ditimbulkan inilah yang kemudian disebut sebagai matahari. Sedangkan, di sekitar matahari juga terbentuk gumpalan-gumpalan yang lebih kecil dan mengelilingi matahari tersebut kemudian dikenal dengan planet-planet. Dan begitulah konsep kedua yang mendasari terciptanya konsep kedua pada Teori Planetesimal terbentuknya bumi.

Baca juga: Penginderaan Jauh sebagai sumber data SIG

teori planetesimal

Kelebihan Teori Planetesimal
Sebagai sebuah konsep yang diciptakan oleh manusia, teori Planetisimal tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan itu muncul sebagai reaksi dari ilmuwan lain terhadap sebuah teori yang dikemukakan oleh seorang ilmuwan. Tak terkecuali pada teori Planetsimal sebagai salah satu teori pembentukan atau asal usul terbentuknya bumi. Dilihat dari berbagai aspek dan konsep yang ditawarkan, teori ini memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan teori lainnya.

1. Konsep dan penjelasan yang masuk akal
Kelebihan pertama yang menguatkan teori Planetesimal sebagai teori pembentukan bumi adalah karena konsep yang ditawarkan sangat masuk akal. Kedua konsep yang ditawarkan ini diakui oleh ilmuwan lain sebagai konsep yang bisa diterima oleh akal sehat. Dengan begitu bisa menguatkan peran teori Planetesimal ini dalam proses terbentuknya bumi.

2. Ada banyak bukti yang menguatkan
Selain masuk akal dan bisa diterima, hal kedua yang bisa menguatkan teori Planetesimal sebagai awal mula terbentuknya bumi adalah banyaknya bukti yang mendukung konsep yang ditawarkan. Bukti-bukti inilah yang semakin menguatkan konsep yang diajukan oleh kedua ilmuwan penemu teori ini. Dengan adanya bukti-bukti yang ditemukan ini, maka kemudian teori Planetesimal diterima oleh para ilmuwan sebagai salah satu teori yang menjelaskan terbentuknya bumi.

Baca juga: Proses Pembentukan Batubara

Kelemahan Teori Planetesimal
Selain dua kelebihan yang bisa mendukung teori planetesimal di atas, ada pula beberapa kekurangan yang melemahkan kebenaran teori tersebut. Kelemahan ini didapatkan dari kejanggalan yang ditemukan para ilmuwan tentang konsep yang ditawarkan tersebut. Hingga kemudian bisa melemahkan kebenaran dari teori Planetesimal. Kejanggalan-kejanggalan tersebut antara lain:

1. Suhu
Suhu adalah salah satu kejanggalan yang ditemukan para ahli untuk melemahkan kebenaran teori Planetesimal. Suhu dari materi-materi yang terlepas dari kabut utama yang disebut matahari itu tergolong sangat tinggi. Seharusnya, dengan suhu yang tinggi itu, gas yang dihasilkan bisa terpancar ke semua penjuru angkasa. Bukan justru memadat membentuk planet-planet seperti yang dijelaskan di atas. Inilah yang membuat banyak ilmuwan meragukan kebenaran teori Planetesimal ini.

2. Materi yang tertarik
Kejanggalan selanjutnya dari teori Planetesimal ini ditemukan dari segi materinya. Materi berbentuk gas yang ikut tertarik ketika ada bintang raksasa yang melintas seharusnya melayang di angkasa dengan bebas. Sangat kecil kemungkinannya untuk materi-materi tersebut turut berputar mengelilingi matahari. Hal inilah yang membuat para ahli juga meragukan kebenaran dari Teori Planetesimal tersebut.

Setiap ilmuwan tentu berhak mengemukakan pendapat dan konsep yang diyakini terhadap sebuah fenomena tertentu. Termasuk juga dalam perdebatan tentang pembentukan bumi dan fenomena-fenomena yang mengikutinya. Hal ini tentu saja juga harus dibarengi dengan bukti-bukti yang bisa menguatkan konsep dan gagasan tersebut untuk bisa menyebutnya sebagai sebuah teori. Termasuk juga yang terjadi pada Teori Planetesimal yang ditawarkan sebagai sebuah konsep yang menjelaskan tentang terbentuknya bumi dan seisinya.

Berbagai teori sudah dikemukakan oleh para ahli untuk mengungkap bagaimana awal mula terbentuknya bumi. Termasuk juga teori Planetesimal yang dikemukakan oleh Forest Ray Multon dan Thomas C. Chamberlin. Dua orang ilmuwan asal Amerika ini menawarkan konsep yang menyebutkan bahwa bumi terbentuk dari sebuah bintang raksasa yang berada sangat dekat dengan matahari. Karena adanya gaya tarik yang besar dan menyebabkan sebagian besar materi dari bintang besar tersebut lepas dan bertebaran dengan melintasi sebuah lintasan orbit. Inilah yang menjadi awal terbentuknya bumi.

Baca juga: Apa itu Geosains ?

Seperti halnya beberapa teori sebelumnya, teori Planetesimal yang dikemukanan sebagai salah satu teori yang bisa menjelaskan awal mula terbentuknya bumi pun tak luput dari kritikan. Kritikan yang juga dikemukakan oleh para ilmuwan itu dikemukakan bukan tanpa alasan. Beberapa kejanggalan yang ditemukan dari konsep yang ditawarkan memberikan celah bagi para ilmuwan untuk melakukan kritik dan mempertanyakan teori ini. Meskipun demikian, tak sedikit pula ilmuwan yang memberikan dukungan dan menyatakan keunggulan yang bisa menguatkan teori ini. Apapun kelebihan dan kekurangan yang dikemukakan oleh para ilmuwan tentang teori ini tak serta merta membuat konsep terbentuknya bumi berdasarkan Teori Planetesimal tidak diterima. Hingga kini teori ini masih dipakai untuk menjelaskan awal mula terbentuknya bumi dengan penjelasan dan bukti yang logis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *