Apa Penyebab Terjadinya Tsunami?

Posted on

Apa Penyebab Tsunami?
Tsunami adalah gelombang laut besar yang disebabkan oleh gerakan mendadak di dasar laut. Gerak mendadak ini bisa berupa gempa bumi, letusan gunung berapi yang dahsyat, atau tanah longsor di bawah tanah. Dampak dari meteorit besar juga bisa menyebabkan tsunami. Tsunami berjalan melintasi lautan terbuka dengan kecepatan tinggi dan membangun gelombang mematikan yang besar di perairan dangkal garis pantai.

Zona Subduksi adalah Lokasi Potensi Tsunami
Sebagian besar tsunami disebabkan oleh gempa bumi yang dihasilkan di zona subduksi, daerah di mana lempeng samudera menyusup ke dalam mantel bumi karena kekuatan tektonik lempeng. Gesekan antar lempeng subduksi dan lempeng utama sangat besar. Gesekan ini mencegah tingkat substitusi yang lambat dan stabil dan sebaliknya kedua lempeng menjadi “macet” (stuck).

Baca juga: Penyebab Tsunami di Samudera Hindia

Akumulasi Energi Seismik
Sebagai lempeng yang “stuck” maka lempeng akan terjebak sehingga terus turun ke dalam mantel bumi, dimana gerakannya menyebabkan distorsi yang lambat dari lempeng utama. Hasilnya adalah akumulasi energi yang sangat mirip dengan energi yang tersimpan di mata air (spring) yang dikompresi. Energi ini dapat terakumulasi di lempeng utama dalam jangka waktu yang panjang, bisa beberapa dekade atau bahkan berabad-abad.

Gempa Menyebabkan Tsunami
Energi terakumulasi di lempeng utama sampai melebihi gaya gesekan antar kedua lempeng yang menempel. Bila ini terjadi, lempeng utama kembali masuk ke posisi tak terkendali. Gerak mendadak inilah sebagai penyebab terjadinya tsunami – karena gerak ini memberi dorongan besar ke permukaan air. Pada saat bersamaan, daerah “inland” lempeng utama tiba-tiba dibawah.

penyabab terjadinya tsunami
Generasi Tsunami

Kecepatan Tsunami Jauh dari Episentrum
Gelombang mulai bergerak keluar dari tempat terjadinya gempa. Beberapa air mengalir keluar dan melintasi samudera, dan pada saat bersamaan, air akan mengalir ke darat untuk membanjiri garis pantai yang baru saja turun.

Perjalanan Cepat Tsunami Terjadi di Lautan
Tsunami berjalan cepat melintasi samudera terbuka. Peta di bawah ini menunjukkan bagaimana tsunami yang dihasilkan oleh gempa bumi di sepanjang pantai Cile pada tahun 1960 melintasi Samudera Pasifik, mencapai Hawaii dalam waktu sekitar 15 jam dan Jepang dalam waktu kurang dari 24 jam.

Baca juga: Penyebab Tsunami di Samudera Atlantik

Tsunami “Wave Train”
Banyak orang memiliki kepercayaan yang salah bahwa tsunami adalah gelombang tunggal. Sebenarnya tsunami adalah “kereta ombak” (Wave Train) yang terdiri dari beberapa gelombang. Bagan di bawah ini merupakan catatan pengukuran pasang surut dari Onagawa, Jepang yang dimulai pada saat gempa Chili tahun 1960. Waktu diplot sepanjang sumbu horisontal dan permukaan air diplot pada sumbu vertikal.

geologi tsunami
Peta Tsunami dan Grafik Pengukuran Pasang Surut

Perhatikan kenaikan dan penurunan permukaan laut yang normal, yang disebabkan oleh pasang surut selama bagian awal rekaman ini. Kemudian terekam beberapa gelombang sedikit lebih besar dari biasanya diikuti oleh beberapa gelombang yang jauh lebih besar. Dalam banyak kejadian tsunami, garis pantai akan ditabrak berulang kali oleh gelombang besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *