Tsunami Samudera Atlantik : Kejadian Langka Tetapi Mungkin

Posted on

Tsunami di Samudra Atlantik merupakan peristiwa langka. Penyebab rendahnya kejadian tsunami ini adalah karena kurangnya zona subduksi yang merupakan sumber gempa tsunami yang paling umum terjadi. Meskipun kejadian tsunami Atlantik rendah, kewaspadaan harus ditanggapi dengan serius karena jutaan orang tinggal di lokasi dataran rendah di sekitar tepi cekungan Atlantik. Peta waktu tempuh di bawah ini menunjukkan bahwa setelah tsunami terjadi, waktu respon untuk evakuasi massal sangatlah singkat.

Peta Laporan tsunami oleh USA National Centers for Environmental, menyajikan database tsunami online yang dapat diakses melalui peta interaktif. Gambar di atas menunjukkan lokasi pengamatan tsunami yang dilaporkan di sepanjang wilayah Amerika Serikat bagian timur dan melewati Karibia. Sumber: NOAA.

 

Zona Subduksi
Zona subduksi di cekungan Atlantik berada di sepanjang tepi timur lempeng Karibia dan tepi timur lempeng Scotia di Atlantik Selatan. Zona subduksi ini berukuran kecil, tidak aktif, sehingga menyebabkan rendahnya kejadian tsunami yang diakibatkan oleh gempa.

Baca juga: Apa Penyebab Utama Tsunami ?

Gempa berkekuatan 7,3 yang terjadi di lepas pantai barat laut Puerto Riko pada 11 Oktober 1918 merupakan gempa subduksi. Ini menghasilkan tsunami dengan ketinggian 6 meter yang menyebabkan kerusakan parah dan menewaskan lebih dari 100 orang.

Lisbon, Portugal – 1755
Tsunami Samudera Atlantik yang paling terkenal adalah di Lisbon, Portugal pada tanggal 1 November 1755. Tsunami tersebut diakibatkan oleh gempa berkekuatan 8,6 di bawah dasar Atlantik sekitar 100 mil di lepas pantai. Gempa dan tsunami ini menghancurkan sebagian besar kota Lisbon. Gelombang setinggi 12 meter menghantam garis pantai Spanyol dan Portugal beberapa menit setelah gempa terjadi. Lebih dari sembilan jam kemudian, ombak setinggi tujuh meter tiba di Karibia dan menyebabkan kerusakan yang sangat dahsyat. Gempa dan tsunami menewaskan antara 60.000 sampai 100.000 orang.

tsunami samudera atlantik

Gambar Kiri. Puerto Rico-11 Oktober 1918: Gempa berkekuatan 7,3 Mw pada tanggal 11 Oktober 1918, di Mona Passage, sebelah barat Puerto Rico, disebabkan oleh perpindahan di sepanjang empat segmen patahan, yang berorientasi NS di Mona Canyon. Gempa tersebut menghasilkan tsunami dengan ketinggian mencapai 6 meter, menyebabkan kerusakan luas di sepanjang pantai barat dan utara Puerto Rico. Gempa dan tsunami menyebabkan kerugian senilai 29 juta dolar, 116 orang tewas, dan 100 lainnya dilaporkan hilang.

Baca juga: Bagaimana Proses Pembentukan Minyak Bumi ?

Gambar Kanan. Lisbon, Portugal – 1 November 1755: Sebuah gempa besar, Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) 11, di Lisbon, Portugal, menyebabkan kerusakan di utara Granada, Spanyol. Gempa tersebut menghasilkan tsunami yang mempengaruhi pesisir pantai Portugal, Spanyol, Afrika Utara, dan Karibia. Tsunami mencapai Lisbon sekitar 20 menit setelah kejutan pertama yang merusak. Gelombang selanjutnya naik menjadi sekitar 6 meter di banyak titik di sepanjang pantai Portguese dan mencapai 12 meter di beberapa tempat. Tsunami juga mempengaruhi pantai Maroko dimana jalan-jalan Safi dibanjiri. Tsunami mencapai Antigua sekitar 9,3 jam setelah gempa. Kemudian gelombang dengan ketinggian yang diperkirakan 7 meter, teramati di Saba, Netherlands, dan Antilles. Gempa dan tsunami ini menewaskan antara 60.000 sampai 100.000 orang.

Longsor Laut (Submarine Landslides)
Longsor bawah laut telah menyebabkan tsunami di Samudera Atlantik. Pada tanggal 18 November 1929, sebuah gempa di tepi selatan Grand Banks, sebelah selatan Newfoundland, memicu sebuah tanah longsor besar yang menghasilkan tsunami. Tsunami itu tercatat di sepanjang pantai timur Amerika Serikat dan di Karibia. Sedikitnya 28 orang tewas di Newfoundland.

Beberapa peneliti percaya bahwa tanah longsor (landslide) besar di Kepulauan Canary dapat menghasilkan tsunami besar. Sesar/patahan di sisi barat daya Pulau La Palma yang terkait dengan Volcano Cumbre Vieja bisa menjadi permukaan detasemen mega-landslide.

tsunami samudera atlantik

Gambar Tsunami Grand Banks – 18 November 1929: Pada tanggal 18 November 1929 sebuah gempa berkekuatan 7,4 Mw terjadi 250 km selatan Newfoundland di sepanjang tepi selatan Grand Banks, Kanada. Gempa tersebut dirasakan hingga di New York dan Montreal. Gempa ini memicu “submarine slump” besar yang menghancurkan 12 kabel trans-atlantik di banyak tempat dan menghasilkan tsunami. Tsunami tercatat di sepanjang pantai timur Kanada dan A.S., sejauh selatan Martinique di Karibia, dan melintasi Samudera Atlantik di Portugal. Tsunami menyebabkan kerusakan sekitar $ 1 juta dan 28 orang tewas di Newfoundland, Kanada.

Baca juga: Apa itu Teori Planetesimal ?

Ide bahwa jenis tanah longsor di Kepulauan Canary ini bisa menghasilkan gelombang besar dengan dampak lokal tidak diperdebatkan. Namun, sejumlah besar peneliti percaya bahwa impact pada cekungan yang luas merupakan “skenario ekstrim berdasar pada kombinasi peristiwa yang tidak mungkin terjadi sebelumnya”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *