Apa itu Geosains?

Posted on

Geosains dikenal juga sebagai ilmu bumi atau ilmu kebumian yang terdiri dari kumpulan cabang ilmu yang secara khusus mempelajari tentang bumi. Ilmu kebumian ini menggunakan rumpun ilmu geografi, biologi, kimia, matematika, dan fisika untuk bisa membentuk suatu pemahaman kuantitatif lapisan bumi. Geosains adalah suatu keilmuan yang mempelajari tentang klimatologi, hidrologi, geologi, paleontologi dan oseanografi.

Geosains pada dasarnya merupakan sains yang fokus utamanya adalah mempelajari tentang fenomena bumi dengan menekankan interaksi antara manusia dengan alam di dalam lingkup proses dan fenomena fisis. Melalui Geosains, mekanisme yang terjadi pada atmosfer bumi bisa diketahui dari berbagai sudut pandang baik klimatologi, meteorologi dan lainnya. Ilmu tersebut juga membantu manusia untuk mempelajari tentang pergantian musim, pembentukkan hujan, perubahan iklim global dan perubahan cuaca. Tak hanya itu, ilmu kebumian ini juga ditopang oleh ilmu paleontologi dan geologi yang menjelaskan mengenai proses terjadinya roman muka bumi. Dimana proses ini sangatlah mempengaruhi kondisi bumi sekarang.

Baca juga: Bagaimana Proses Pembentukan Minyak Bumi ?

Salah satu pondasi dalam ilmu Geosains ada pada cabang geolog fisiknya. Sebab dasar geologi fisik adalah yang mengatur semua proses pembentukkan yang ada di bumi. Semua kenampakan geologis yang terlihat sekarang ini juga merupakan kunci utama dari proses yang sudah terjadi di masa lalu. Karena ilmu geologi sangat berkaitan dengan skala waktu geologi. Dimana perhitungan waktu ini meliputi ribuan, puluhan bahkan jutaan tahun lamanya.

geosains adalah

Cabang Ilmu yang Masuk dalam Geosains
Sebagian besar orang masih menganggap Geosains sama seperti geografi. Jika ditelusuri, ternyata kedua istilah tersebut sangatlah berbeda. Dalam istilah internasional, Geosains disebut dengan nama earthscience yang artinya adalah suatu kumpulan cabang ilmu yang pada intinya mempelajari tentang bumi. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah beberapa cabang ilmu yang masuk dalam ilmu Geosains.

1. Meteorologi
Meteorologi merupakan studi mengenai proses fisis serta gejala cuaca. Berbeda dengan klimatologi yang mempelajari tentang hasil dari proses fisis atmosefer (perubahan iklim bumi). Dalam hal ini, klimatologi juga dikenal dengan sebutan meteorologi statistik.

2. Geofisika
Dalam arti sempit, geofisika adalah studi mengenai proses fisis yang terjadi pada bumi padat atau yang dikenal dengan sebutan litosfer. Dan dilihat dari arti luas, geofisika merupakan studi mengenai proses fisis pusat bumi hingga atmosfer atas. Geofisika juga mempelajari tentang interior bumi mulai dari kulit bumi, mantel bumi hingga inti bumi.

3. Oseanografi
Sebagai salah satu ilmu yang masuk dalam Geosains, oseanografi merupakan studi yang mempelajari mengenai laut atau osean termasuk dengan sifat kimia dan fisis air laut, flora laut, fauna laut dan kedalaman serta dasar laut.

4. Geodesi
Geodesi merupakan sains yang yang berkaitan dengan pengukuran dimensi bumi, bentuk bumi, densitas bumi dan beratnya.

5. Geologi
Istilah geologi mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar orang. Hal ini dikarenakan sudah banyaknya universitas yang menyediakan fakultas atau jurusan teknik geologi untuk para mahasiswanya.

6. Geografi
Ilmu yang masuk dalam Geosains selanjutnya adalah ilmu geografi. Seperti yang sempat disinggung bahwa geografi merupakan studi yang mempelajari tentang deskripsi permukaan bumi mulai dari vegetasi, iklim, ciri fisis, penduduk, sekaligus distribusi dari semua unsur-unsur tersebut.

7. Sains Atmosfer
Sains atmosfer merupakan ilmu yang mempelajari tentang fenomena fisis yang terjadi di dalam atmosfer bumi.

8. Astronomi
Siapa bilang Geosains selalu membahas tentang bumi? Karena ternyata, ilmu ini juga mencakup ilmu astronomi. Secara etimologi, astronomi memiliki pengertian “ilmu bintang”. Ilmu ini tentu saja mempelajari tentang penjelasan dan pengamatan yang terjadi di luar atmosfer bumi. Tak hanya itu, ilmu ini juga membahas tentang evolusi, asal-usul, sifat kimia dan sifat fisik benda-benda yang ada di langit.

Baca juga: Teori Planetesimal Pada Pembentukan Planet

Dalam keilmuan yang serumpun dengan Geosains, ilmu yang menjadi akar tunggangnya adalah matematika dan fisika. Jadi tidak mengherankan jika ilmu ini banyak mempelajari tentang perhitungan. Bahkan di program studi salah satu universitas terkemuka di Indonesia, kelompok keilmuan atau kepakaran yang membahas tentang Geosains dibedakan menjadi 3 sub keilmuan yakni fisika serta dinamika atmosfer, dinamika iklim, meteorologi lingkungan serta enginering. Ketiga sub keilmuan ini tidak bisa dipisahkan karena merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi sebagai ilmu murni.

Pada intinya, konsep Geosains sangatlah jelas. Karena ilmu ini membahas tentang bumi yang menjadi salah satu planet di dalam sistem tata surya (matahari). Tak hanya itu, ilmu ini juga mempelajari mengenai lapisan bumi (bawang) yang terdiri dari beberapa lapis mulai dari pusat bumi hingga puncak atmosfer. Seperti yang diketahui bahwa hingga saat ini, bumi adalah satu-satunya planet di sistem tata surya yang bisa menopang kehidupan manusia, tanaman dan juga hewan. Sementara bagian padat bumi atau yang dalam bahasa ilmiahnya litosfer, dihuni oleh bangsa cacing. Bagian hidosfer (air bumi) didominasi oleh makhluk air seperti ikan, plankton, dan lain sebagainya. Sementara bagian atmosfer (gas bumi) didominasi oleh manusia.

Peranan Geosains dalam Kehidupan Manusia
Ketika Anda mempelajari tentang Geosains, maka secara otomatis Anda juga akan mempelajari tentang bumi dan daya dukungnya. Jumlah pangan nyatanya berkembang tidak lebih cepat dari jumlah penduduk di bumi. Ukuran bumi yang sangat terbatas akhirnya menjadi alasan kenapa sumber daya alam di bumi juga terbatas. Oleh sebab itulah kenapa dibutuhkan ilmu pengetahuan yang dapat mengatasi masalah keterbatasan SDA ini. Geosains memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu agar ledakan jumlah penduduk dengan keterbatasan daya dukung di dalam bumi bisa diatasi.

Dan tahukah Anda bahwa ternyata, Indonesia memiliki posisi yang strategis jika ditinjau dari konsep Geosains untuk mengatasi masalah keterbatasan SDA tersebut. Posisi strategis Indonesia diantaranya adalah berada di daerah ekuatorial, dilalui oleh Armondo dan Arlindo, berada di antara dua samudera dan dua benua serta dilalui oleh jalur seismik. Tak hanya itu, Indonesia juga memiliki perairan yang luas (70%), memiliki ribuan pulau dan juga gunung api yang beberapa masih aktif, dan lain sebagainya. Berada di posisi strategi membuat Indonesia memiliki banyak sekali sumber daya hayati dan sumber mineral yang bermanfaat untuk kehidupan manusia. Jadi tidak mengherankan jika Indonesia seringkali dipilih sebagai negara yang menjadi fokus utama dalam konsep Geosains untuk mengatasi masalah SDA yang terbatas.

Baca juga: Penyebab Terjadinya Tsunami Menurut Ilmu Geologi

Dalam ilmu Geosains, atmosfer juga termasuk ke alam sumber daya alam yang vital. Jika tidak ada atmosfer maka manusia hanya bisa bertahan hidup hanya dalam waktu beberapa menit. Di dalam bumi komponen air, udara dan tanah memang menjadi sumber daya alam esensial untuk kehidupan manusia. Hal inilah yang mendasari kenapa Geosains seringkali mendapatkan perhatian khusus dari para ahli di dunia.

Demikianlah ulasan mengenai Geosains. Sekarang, Anda sudah memahami apa yang dimaksud dengan Geosains dan perannya dalam kehidupan manusia bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *