Mengenal Silika Sebagai Kelompok Mineral Pembentuk Batuan

Posted on

Istilah kelompok mineral Silika tentunya sudah tidak asing lagi dalam dunia geosains. Berdasarkan pengertiannya, mineral merupakan suatu benda padat bersifat anorganik yang terbentuk melalui cara alami dan homogen. Mineral berbentuk kristal serta memiliki rumus kima tertentu yang tetap. Ilmu yang mempelajari tentang semua hal yang berkaitan dengan mineral adalah mineralogi.

Dalam mempelajari mineral, Anda harus memahami apa saja sifat-sifat mineral. Pada dasarnya, sifat fisik mineral tidak bisa digunakan sebagai dasar pedoman dalam membedakan dan menentukan mineral yang ada. Sampai dengan sekarang, setidaknya ada 2000 macam mineral yang sudah diketahui oleh para ahli. Mineral Silika memiliki peranan yang sangat penting sebagai salah satu material pembentukan batuan. Mineral yang berperan sebagai pembentuk batuan dikenal dengan sebutan Rock Forming Minerals.

Baca juga: Patahan Lembang dan Potensi Gempa Dahsyatnya

Banyak peneliti yang membuktikan bahwa unsur yang paling menguasai dalam pembentukan batuan adalah silikon dan oksigen. Kedua unsur ini jugalah yang bergabung dan menyusun suatu kelompok mineral yang dikenal dengan istilah mineral Silika. Perlu diketahui bahwa semua mineral Silika tersusun atas silikon dan oksigen kecuali kuarsa. Jika dilihat dalam klasifikasi umum, mineral memang terbagi menjadi dua yakni mineral silikat serta miniral non silikat.

macam-macam jenis kelompok mineral silika
Silika Sebagai Pembentuk Batuan
Silika merupakan mineral yang berasal dari hasil pembekuan magma. Rumus kimia Silika adalah SiO2. Dan perlu Anda ketahui bahwa hampir 90 % mineral yang berperan dalam pembentuk batuan berasal dari kelompok mineral ini. Dimana silikat memang merupakan persenyawaan antara oksigen dengan silikon beserta beberapa unsur metal lainnya.

Mengingat jumlahnya yang cukup besar, tidak mengherankan jika hampir 90 % dari jumlah berat kerak bumi di dalamnya terdiri dari silikat. Silikat adalah bagian utama yang digunakan dalam pembentukan batuan beku, batuan malihan dan batuan sedimen. Mineral Silika yang berperan dalam pembentukan batuan secara umum terbagi menjadi dua yakni kelompok ferromagnesium serta non-ferromagnesium.

Macam-macam mineral Silika bisa dibedakan berdasarkan komposisi kimianya. Mineral non feromagnesian adalah mineral silikat yang di dalamnya tidak mengandung ion magnesium dan ion besi. Mineral-mineral silikat non-feromagnesian memiliki massa jenis rata-rata 2,7 dan warna yang terang.

Kebalikannya, mineral silikat ferromagnesian merupakan mineral silikat yang memiliki kandungan ion magnesium dan besi dalam struktur mineralnya. Warna mineral silikat feromegnesian tergolong gelap. Sedangkan massa jenisnya berkisar antara 3,2 hingga 3,6. Sebagian dari Anda tentunya penasaran dengan mineral apa saja yang masuk dalam golongan Silika bukan? Di bawah ini adalah beberapa mineral silikat yang bisa Anda ketahui.

1. Piroksin
Piroksin adalah mineral silikat yang struktur kristalnya terdiri atas rantai tunggal tetrahedra. Warna mineral ini hitam. Dalam kristalnya terikat ion-ion magnesium dan besi. Piroksin adalah salah satu mineral dalam batuan beku jenis basalt yang cukup dominan.

2. Olivin
Olivin merupakan mineral Silika yang masuk dalam kelompok feromagnesian. Mineral ini berwarna hitam hingga kehijauan. Olivin terbentuk karena temperatur yang tinggi.

3. Hornblende
Mineral yang masuk dalam kelompok Silika selanjutnya adalah Hornblende yang masuk dalam kategori amfibol. Sekedar informasi, mineral ini umumnya berwarna hijau gelap hingga kehitaman.

4. Feldspar
Mineral Feldspar terbentuk karena rentang tekanan dan temperatur yang besar. Mineral Silika yang satu ini cukup keras dengan permukaan yang licin.

5. Muskovit
Selanjutnya adalah Moskovit yang memiliki warna terap dan berkilap seperti pearly atau mutiara. Batuan yang mengandung muskovit cukup mudah dikenali sebab sangat bercahaya.

6. Biotit
Biotit adalah mineral Silika yang banyak mengandung besi. Hal inilah yang membuat warnanya gelap dan mengkilap. Mineral ini sering ditemukan dalam batuan yang menjadi penyusun kerak benua, seperti batuan beku granit.

7. Kuarsa
Kuarsa adalah salah satu mineral Silika yang hanya mengandung oksigen dan silikon. Banyak pula peneliti yang menyebut mineral ini dengan nama Silika karena komposisinya yang memang hanya SiO2. Kuarsa memiliki variasi warna yang beragam mulai dari abu-abu, puti, purple, clear, pink dan lainnya.

Menurut Holmes (1964), Silika adalah penyusun utama dari kerak bumi. Sebab mineral pembentuk batuan sebagian besar berasal dari mineral ini. Bahkan hampir 100 % total dari mantel Bumi mengandung mineral silikat.

Batuan beku memiliki kandungan Silika dan bisa dilihat dari komposisi unsurnya. Penggolongan batuan beku sendiri diambil berdasarkan komposisi kimia dengan cara menghitung kuantitas Silika atau (SiO2) serta komposisi mineral feldspar berupa Na, Ca dan K. Selain itu, unsur utama kimia yang berperan dalam pembentukan batuan beku juga ditentukan dari sumber magma. Interaksi magma dengan jenis batuan yang dilaluinya juga mempengaruhi pembentukan batuan beku.

Batuan beku memang tidak bisa dipisahkan dari mineral Silika. Pasalnya 99% batuan beku yang ada saat ini memang mengandung unsur silikon dan oksigen. Selain itu, unsur lain yang menyusun batuan beku diantaranya adalah sodium, besi, potasium, magnesium dan kalsium. Hal ini tentunya menunjukkan bahwa sebagian besar elemen dalam pembentukan batuan beku tersebut ada dalam komposisi struktur kristal mineral piroksin, olivin, feldspar, kuarsa, mika dan amfibol yang merupakan bagian dari mineral Silika.

Baca juga: Proses Pembentukan Batubara

Jenis-jenis mineral tersebut diketahui telah menyusun volume semua jenis batuan beku setidaknya 95% dari volume yang ada. Magma memang mengandung kalsium, magnesium dan besi yang tinggi. Sehingga wajar saja masuk dalam kategori mafik dan membentuk sebagian besar mineral piroksin, oivin, amfibol dan mineral Silika lainnya. Dalam penggolongan batuan beku sendiri, terdapat tiga kriteria utama yang harus Anda mengerti.

  • Pertama adalah komposisi feldspar. Dimana di dalamnya terdapat natrium plagioklas dan kalium feldspar yang merupakan mineral penting dalam batuan sialik. Komposisi ini jarang bisa Anda jumpai pada batuan mafik dan intermediet.
  • Kedua adalah ketiadaan atau keberadaan kuarsa. Perlu diketahui bahwa kuarsa adalah mineral yang sangat penting dalam batuan sialik. Sebab mineral Silika ini merupakan elemen penting dalam batuan mafik dan intermediet.
  • Ketiga adalah jenis dan perbandingan mineral feromagnetik. Biasanya, batuan mafik memiliki banyak sekali kandungan mineral ferromagnesian. Selain itu batuan sialik juga memiliki cukup banyak mineral kuarsa.

Melihat kriteria utama pembentukan batuan beku tersebut, tidak mengherankan jika mineral Silika memiliki peranan yang sangat besar dalam pembentukannya. Proses kristalisasi mineral sendiri terjadi ketika suhu magma berada diantara 1200 C sampai dengan 600 C.

Saat mineral berada dalam titik beku tertinggi maka akan terjadi proses kristalisasi hingga selanjutnya dikembangkan untuk membentuk permukaan yang lebih baik. Sementara mineral yang berada di suhu rendah akan mengkristal dalam kondisi bentuk permukaan yang tidak beraturan. Kondisi inilah yang menyebabkan mineral Silika memiliki karakteristik dan ketidakteraturan permukaan yang berbeda-beda. Sekian ulasan mengenai mineral Silika sebagai kelompok mineral pembentuk batuan, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *