#4 Daerah Penghasil Batubara di Indonesia

Posted on

Indonesia kaya akan sumber daya alam yang beberapa diantaranya bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar. Salah satu barang tambang yang banyak ditemui adalah batubara. Beberapa daerah penghasil batubara kini mulai dilestarikan agar tidak mengakibatkan kerusakan alam. Dan juga agar jumlahnya tidak segera habis agar bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama.

daerah penghasil batubara

 

Proses Pembentukan Batubara di Daerah Penghasil Batubara

Batubara merupakan bahan bakar fosil yang terbentuk dari endapan organik yang berlangsung selama ratusan juta tahun. Karena termasuk dalam sumber energi yang tidak bisa diperbaharui, di daerah penghasil batubara sengaja memberikan batasan penambangan. Kini pihak pengembang tidak bisa mendapatkan ijin pengerjaan batubara secara mudah.

Karena prosesnya yang cukup lama, kita tidak bisa merasakan manfaat bahan bakar ini jika digunakan secara berlebihan. Meskipun banyak daerah penghasil batubara di Indonesia. Tidak ada jaminan anak cucu kita nantinya bisa merasakan kegunaan batubara. Untuk memahami karakter dan sifat batubara, berikut ini adalah tahapan pembentukan batubara.

1. Tahap biokimia

Pada tahapan ini, sisa tumbuhan yang berubah menjadi gambut akan mengalami pembusukan atau dekomposisi. Kadar air sangat berpengaruh pada proses biokimia Inilah yang menjadi karakter daerah penghasil batubara, yaitu memiliki lahan gambut dengan kadar air yang mencukupi.

Baca juga: Penjelasan Lengkap Proses Pembentukan Batubara

 

2. Tahap Geokimia

Tahapan ini dimulai dari gambut yang telah membusuk dan mengalami perubahan menjadi bituminus yang kemudian berubah menjadi antrasit. Proses ini melibatkan beberapa zat yang terkandung di dalam bumi. Kedua tahapan tersebut didapatkan setelah melakukan penelitian selama bertahun-tahun di daerah penghasil batubara yang ada di seluruh dunia.

Secara umum materi pembentuk batubara yang dapat dijumpai di daerah penghasil batubara antara lain seperti alga, silofita, gimnospermae, dan angiospermae. Endapan dari ke-4 jenis tumbuhan tersebut yang menyebabkan terbentuknya endapan. Tentunya prosesnya tidak mudah dan juga dipengaruhi oleh faktor alam pada daerah tersebut.

Batubara Antrasit merupakan salah satu jenis dari bahan energi dengan kelas paling tinggi. Total karbon yang terkandung didalamnya berkisar 86% – 98% dengan kadar air kurang dari 8%. Warnanya hitam mengkilat dan banyak ditemukan di beberapa daerah penghasil batubara di Indonesia. Batubara Gambut memiliki kadar air yang sangat tinggi yaitu 75% sementara kadar karbonnya sangat rendah. Jenis ini berada d kelas terendah dan sumber energi yang bisa dihasilkan sangat kecil nilainya. Meskipun banyak ditemui di daerah penghasil batubara, namun sangat jarang digunakan karena nilai kalori yang dihasilkan sangat sedikit. Kalaupun digunakan untuk sumber energi, butuh jumlah yang sangat banyak.

Ada lagi batubara lunak dengan ciri berwarna coklat. Tipe bahan bakar ini juga banyak ditemukan di daerah penghasil batubara yang ada di Indonesia. Para pakar pertambangan biasa menamainya dengan Lignit. Mengandung kadar air yang lumayan banyak sekitar 35-75%. Meskipun begitu cukup banyak yang menggunakannya sebagai sumber energi untuk berbagai keperluan.

Bituminus dan Sub Bituminus tergolong dalam kelas betubara menengah dengan kadar air yang rendah hanya berkisar 10% sementara kadar karbonnya bisa mencapai 86%. Meskipun hanya sedikit ditemukan di daerah penghasil batubara Indonesia. Namun tipe batuan ini sangat cocok untuk bahan bakar karena kalor yang dihasilkan lumayan cukup besar.

4 Daerah Penghasil Batubara di Indonesia

Indonesia dilimpahi oleh beragam jenis sumber daya alam dalam jumlah yang cukup besar. Meskipun jumlahnya semakin lama semakin berkurang, tetap saja banyak pengembang yang memanfaatkan daerah penghasil batubara dengan tingkat penggalian yang cukup besar setiap tahunnya. Jika tidak dikendalikan maka jumlahnya akan cepat habis. Berikut adalah daftar daerah pertambangan batubara yang ada di Indonesia.

1. Aceh Barat

Hampir sebagian besar daerah penghasil batubara di Indonesia berada di luar Pulau Jawa, salah satunya adalah di Aceh Barat tepatnya di daerah Meulaboh. Hanya sebagian kecil pengembang yang diberikan ijin melakukan penggalian di daerah ini. Konon kabarnya tambang batubara di Aceh Barat akan segera ditutup untuk kepentingan pelestarian sumber daya alam.

2. Ombilin Sawahlunto

Daerah penghasil batubara ini merupakan yang penambangan tertua di Indonesia. Seperti yang sudah diketahui bahwa jumlah sumber energi batubara tidak dapat diperbaharui dan memerlukan proses beratus-ratus tahun untuk menghasilkannya. Pada tahun 2016 segala aktivitas pertambangan di lokasi ini sudah dihentikan dan akan segera ditutup.

3. Bukit Asam

Kawasan pertambangan ini berada dibawah kendali PT Tambang Batubara Bukit Asam Persero tbk. Letak daerah penghasil batubara berada di Tanjungenim Sumatera Selatan. Sistem penambangan sudah menggunakan metode Underground Mining atau dikenal dengan penggalian bawah tanah. Perjamnya bisa menghasilkan 1.500-1.700 ton batubara.

4. Papua

Lokasi penambangan batubara Papua berada di Sorong. Selain terkenal akan tambang emasnya, Papua juga memiliki daerah penghasil batubara yang cukup luas. Namun sayangnya kualitas bahan bakar yang dihasilkan tidak sebagus dengan jenis batubara yang dihasilkan di Sumatera dan Kalimantan, tetap masih bisa digunakan untuk keperluan PLTU dengan menggunakan teknik Blanding.

Baca juga: Apa itu Penginderaan Jauh ?

Cadangan sumber energi ini di beberapa daerah penghasil batubara semakin tahun semakin berkurang jumlahnya. Karena itulah diperlukan upaya pelestarian agar jumlahnya bisa tetap dijaga. Salah satu cara untuk menghemat penggunaan batubara adalah dengan mencari sumber energi alternatif yang tak habis jumlahnya. Kelebihan dari batubara adalah jumlah kalori yang dihasilkan cukup besar. Karena itulah banyak industri seperti PLTU yang memanfaatkan sumber energi ini untuk menghasilkan tenaga listrik.

Meskipun jumlah daerah penghasil batubara di Indonesia cukup besar, tetap saja tetap dibutuhkan pelestarian agar tidak terjadi kerusakan di lokasi tambang. Selama ini batubara dikenal sebagai bahan bakar penggerak kereta api. Tapi itu terjadi pada zaman dahulu disaat kereta menjadi salah satu moda transportasi utama dan tenaga listrik masih jarang digunakan. Tak heran jika banyak yang mengekploitasi daerah penghasil batubara demi mendapatkan sumber energi. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, peran batuan ini mulai tergantikan dengan sumber energi lainnya.

Manfaat lainnya adalah sebagai pembangkit listrik. Selain air, jenis batuan ini juga bisa digunakan untuk menghasilkan sumber energi baru. Beberapa daerah penghasil batubara di Sumatera misalnya, banyak memanfaatkan sumber energi batubara untuk menghasilkan listrik yang digunakan untuk beraktivitas sehari-hari. Jadi untuk daerah yang jauh dari danau atau sumber air, bisa memanfaatkan batubara. Ini menjadi cara terbaik agar semua rakyat bisa merasakan pemerataan energi listrik. Pemerintah juga harus memberikan dukungan melalui pendirian PLTU di beberapa lokasi yang sulit mendapatkan cadangan energi listrik.

Baca juga: Peta Negara Thailand

Setelah Anda mengetahui karakter, proses pembuatan, jenis dan manfaat batubara diatas, semoga bisa memberikan tambahan ilmu kepada Anda mengenai ilmu geologi. Meskipun banyak daerah penghasil batubara yang ada di Indonesia, Anda harus memanfaatkan sumber energi yang ada saat ini terutama listrik agar Anda bisa merasakan manfaatnya dalam jangka waktu yang cukup lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *